Perluas Wawasan, Siswa Kelas 12 MA Mathla’ul Anwar Lakukan Kunjungan Industri di Merak Belatung

LAMPUNG SELATAN – Dalam upaya menyelaraskan teori di kelas dengan praktik di lapangan, puluhan siswa kelas 12 MA Mathla’ul Anwar melaksanakan kegiatan kunjungan industri ke pusat pengolahan hasil laut di Desa Merak Belatung, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.

Kegiatan yang berlangsung edukatif ini difokuskan pada dua komoditas utama daerah pesisir tersebut, yakni pengolahan ikan asin dan budidaya serta pengolahan rumput laut.

Menelusuri Jejak Produksi Ikan Asin Tradisional

Kunjungan diawali dengan mendatangi sentra pembuatan ikan asin. Di sini, para siswa melihat langsung proses pemilihan bahan baku ikan segar, teknik penggaraman yang presisi, hingga proses penjemuran di bawah sinar matahari.

“Kami ingin siswa memahami bahwa di balik produk yang sering mereka konsumsi, ada proses panjang dan ketelitian yang dibutuhkan, terutama dalam menjaga kualitas agar ikan tetap awet secara alami,” ujar salah satu guru pendamping.

Potensi Ekonomi dari Rumput Laut

Tak hanya ikan asin, rombongan juga berkesempatan mengunjungi lokasi pengolahan rumput laut. Para siswa diberikan penjelasan mengenai jenis-jenis rumput laut yang bernilai ekonomis tinggi serta bagaimana proses pengeringan yang benar sebelum didistribusikan ke pabrik besar atau diolah menjadi produk turunan.

Siswa tampak antusias berdialog dengan para perajin lokal mengenai tantangan cuaca dan peluang pasar ekspor untuk komoditas laut dari Lampung Selatan ini.

Membangun Jiwa Kewirausahaan (Entrepreneurship)

Kunjungan industri ini bukan sekadar jalan-jalan edukasi. Pihak sekolah berharap kegiatan ini mampu memicu jiwa kewirausahaan para siswa setelah lulus nanti.

“Dengan melihat langsung potensi ekonomi di desa Merak Belatung, kami berharap siswa kelas 12 memiliki gambaran bahwa sektor perikanan dan kelautan adalah peluang bisnis yang sangat menjanjikan jika dikelola dengan ilmu pengetahuan yang tepat,” tambah perwakilan MA Mathla’ul Anwar.

Kesimpulan Kegiatan

Melalui kegiatan ini, MA Mathla’ul Anwar berkomitmen untuk terus memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kearifan lokal. Desa Merak Belatung dengan potensi baharinya menjadi laboratorium alam yang sempurna bagi para siswa untuk belajar tentang kemandirian ekonomi berbasis sumber daya laut.

Baca Juga :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *